Standar Isi Baca Tulis Al-Qur’an

STANDAR ISI
TENTANG MUATAN LOKAL
BACA TULIS AL-QUR’AN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bagi masyarakat Jawa Barat, agama islam merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Setiap gerak langkah dan kehidupan sosial masyarakat Jawa Barat telah dijiwai dengan kehidupan yang religius. Demikian pula halnya kehidupan beragama yang ada di kota-kota besar yang heterogen, termasuk Kota Bandung.
Ummat islam di Kota Bandung, secara realita, kebanyakan mengaku beriman kepada Al-Qur’an tetapi perilaku dan budaya hidupnya belum mencerminkan ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an. Hasil pengamatan terindikasi masih banyak umat islam yang belum bisa membaca dan menulis Al-Qur’an baik di kalangan masyarakat umum maupun para pelajar, mulai tingkat dasar sampai pendidikan tinggi. Padahal Al-Quran merupakan sumber hukum islam dan pedoman hidup untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Membaca dan mempelajari alquran merupakan ibadah, sedangkan mengajarkan baca tulis alquran menjadi tanggung jawab bersama antara orangtua, guru, masyarakat dan pemerintah.
Oleh karena itu, perlu adanya program yang praktis, sistematis, dan simultan untuk melakukan terobosan dalam baca tulis alquran serta pengamalannya di lingkungan sekolah mulai tingkat dasar dan pemahamannya di tingkat sekolah menengah.

B. Dasar Pemikiran
1. Al-Quran
a. Surat Al-Qiyamah : 17-18
•       •  
“Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.”
b. Surat Al-Muzzamil : 4
      
“atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”

2. Al-Hadits
“sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan Mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
“orang yang membaca alquran dan dia mahir (baik dan tartil) dalam membacanya, maka dia akan bersama para Rasul yang mulia dan suci (di Surga)”. (HR Bukhari).
3. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
4. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama RI. Nomor 128 Tahun 1982 dan Nomor 44 Tahun 1982, tentang Usaha Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Huruf Al-Qur’an bagi umat Islam dalam rangka Peningkatan Penghayatan dan Pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
5. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama, Nomor 0198/U/1985 dan Nomor 35 tahun 1985, tentang Pelaksanaan Pendidikan Agama di Sekolah/Kursus di lingkungan Pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan dan Kebudayaan.
6. Intruksi Menteri Agama RI Nomor 03 Tahun 1990, tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Huruf Al-Qur’an.
7. Surat Gubernur Jawa Barat, Nomor 434/3988/Yansos, tanggal 31 Desember 2004 tentang Himbauan untuk Melaksanakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Jawa Barat.

C. TUJUAN
Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran di lingkungan pendidikan mempunyai tujuan:
1. Menciptakan masyarakat yang beriman, berilmu, bertaqwa, dan berakhlaqul karimah.
2. Memberi motivasi kepada penyelenggara pendidikan yang beragama islam agar bertanggung jawab terhadap program baca tulis Alquran
3. Meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa terhadap ajaran agama islam.
4. Mendorong siswa agar mampu membaca, menulis, memahami, dan mengamalkan alquran.

D. SASARAN
Sasaran gerakan ini melalui jalur formal di tingkat dasar dan menengah dengan masing-masing tujuan setiap tingkatannya secara bertahap meliputi:
1. Tingkat Sekolah Dasar
Siswa mampu membaca alquran dengan lancar, tajwid makhraj yang benar, menyalin alquran, dan menghafal surat-surat pendek.
2. Tingkat Sekolah Menengah Pertama
Siswa mampu membaca alquran dengan benar menurut dasar-dasar kaidah ilmu tajwid, menulis huruf alquran, dan dapat mengartikannya.
3. Tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan
Siswa mampu membaca alquran dengan baik dan benar, menulis huruf alquran dengan baik serta mengartikan dan menghayati kendungan makna alquran.

E. TAHAP PELAKSANAAN
Tahap awal program pemberantasan Buta Huruf alquran ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dalam waktu-waktu tertentu pada awal jam pelajaran atau jam pelajaran, pada kegiatan ekstrakulikuler. Pada tahap selanjutnya dimasukan pada program sekolah berupa muatan lokal dalam struktur kurikulum (intrakulikuler).

About these ads

Tentang goeskorn

Kelahiran cileunyi, bandung jawa barat, sekarang menjadi seorang pengajar di SMP Al-Hadi, SMK Al-Hadi, Madrasah Aliyah Al-Musdariyah, Madrasah Tsanawiyah Al-Hasan, Madrasah Diniyah Al-Barzakh, dan Privat
Tulisan ini dipublikasikan di Baca Tulis Al-Qur'an, Standar Isi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s